TEKNOLOGI INFORMASI

Posted: November 25, 2010 in Uncategorized

Teknologi informasi adalah seperangkat alat / tool yang akan membantu kita bekerja dengan informasidan menampilkan berbagai tugas yang berhubungan dengan pengolahan informasi . Seperangkat alat / tool ini terdiri atas komputer dengan piranti pendukungya seperti printer, CD-ROM, aplikasi multi media yang memungkingkan kita untuk mendengar, melihat dan membaca informasi berinternet yang memungkinkan kita berbagi informasi dengan pengguna komputer diseluruh dunia.

Pada dasarnya teknologi informasi merupakan suatu tool yang bernilai tinggi yang dapat memberi keuntungan secara langsung dan segera. Pengetahuan tentang teknologi informasi ( IT = information teknology ) saat ini memegang peranan yang sangat penting karena :

  • TI berada dimana-mana
  • TI dapat membantu kita lebih produktif
  • TI sangat menarik dan menantang
  • TI dapat meningkatkan karir kita
  • TI akan memberikan kesempatan yang sangat luas

Saat ini TI sudah merambah hampir kesemua bidang kehidupan manusia. Sistem TI sudah dapat menangani tugas-tugas mulai dari yang umum sampai tugas yang semua dianggap mustahil. Dengan TI kita dapat meningkatkan produktifitas secara drastis.

 

Iklan

LAMPARD

Posted: Oktober 19, 2010 in Uncategorized

Pribadi

 

Lampard berasal dari keluarga pemain sepak bola legendaris. Selain dari ayahnya, pamannya yang bernama Harry Redknapp juga salah satu mantan pemain West Ham United. Sekarang ia melatih salah satu klub yang termasuk dalam Liga Premiership, yaitu Portsmouth. Ibunya bernama Pat yang baru saja meninggal karena radang paru-paru.

Sepupu Lampard, Jamie Redknapp, pernah bermain membela Southampton FC, Tottenham Hotspur, Liverpool FC, dan AFC Bournemouth sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2005 karena sering mengalami cedera.

Lampard jatuh cinta kepada seorang model Spanyol bernama Elen Rives yang telah memberinya seorang bayi perempuan bernama Luna Coco Patricia Lampard yang lahir pada tanggal 22 Agustus 2005. Ia juga mempelajari bahasa Spanyol, yang menyebabkan timbulnya desas-desus bahwa ia akan pindah ke La Liga hingga ia membantahnya dan mengemukakan alasan bahwa itu dilakukannya hanya untuk kepentingan keluarga karena istrinya adalah orang Spanyol. Selain itu, ia juga ingin putrinya kelak dapat menguasai dua bahasa.

Pada bulan Juli 2006, koran The Sun menerbitkan cukilan buku otobiografinya yang berjudul Totally Frank secara berseri. Buku itu mengupas rahasia hidup pribadi dan reaksinya saat penampilannya dalam ajang Piala Dunia 2006 banyak dikritik oleh media.

Lampard mempunyai dua mobil, yaitu Aston Martin DB9 dan Ferrari 612 Scaglietti. Ia juga mempunyai dua anjing, keduanya berjenis mastiff Perancis, bernama Daphne dan Rocco.

Frank James Lampard Jr., (lahir di Romford, Inggris, 20 Juni1978; umur 32 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Inggris yang bermain bersama Chelsea setelah sebelumnya bergabung dengan West Ham United dan Swansea City. Lampard adalah gelandang serang yang dikenal karena tendangan jauhnya yang keras dan keterampilannya menghasilkan gol dari daerah tengah lapangan. Lampard lahir di Romford, Havering, Inggris. Ia adalah putra dari Frank Lampard Sr. yang juga mantan pemain sepak bola Inggris dan pernah memenangkan Piala FA sebanyak dua kali selama bergabung dengan West Ham United. Silsilah keluarganya juga tersambung dengan keluarga pemain sepak bola terkenal lainnya, yaitu keluarga Redknapp.

Sebagai pemain senior dalam Timnas Inggris, Lampard dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik di Inggris dalam tiga tahun terakhir. Ia telah memenangkan Liga Premiership sebanyak dua kali (dengan Chelsea musim 2004-2005 dan 2005-2006), dua kali memenangkan Piala Liga (dengan Chelsea tahun 2005 dan 2007), sekali memenangkan FA Community Shield (dengan Chelsea tahun 2005), sekali memenangkan Piala Intertoto UEFA (dengan West Ham United tahun 1999), dan sekali meraih Piala FA (dengan Chelsea tahun 2007).

Pada November 2005, ia menjadi pemenang kedua dalam ajang penghargaan Pemain sepak bola Eropa Tahun 2005 setelah gelandang asal Brazil, Ronaldinho. Sebulan kemudian ia kembali menduduki peringkat kedua, sekali lagi di bawah Ronaldinho, dalam ajang penghargaan Pemain Dunia FIFA Tahun 2005. Ia juga berhasil meraih penghargaan Pemain sepak bola FWA 2005.

Karier Klub

West Ham United

Lampard bergabung dengan West Ham United, tempat di mana ayahnya bekerja sebagai asisten pelatih, pada bulan Juli 1994 sebagai bagian dari pemain muda. Ia baru menandatangani kontraknya sebagai pemain sepak bola secara resmi pada tanggal 1 Juli 1995.

Pada bulan Oktober 1995, ia disewakan kepada tim divisi dua, Swansea City. Debut liganya dengan Swansea City pada tanggal 7 Oktober 1995 pada sebuah pertandingan melawan Bradford City diselesaikannya dengan baik, saat itu Swansea menang 2-0. Ia tampil membela Swansea sebanyak sembilan kali pertandingan liga, dua kali pertandingan kompetisi perebutan piala, dan sekali mencetak gol. Penampilan pertamanya dalam sepak bola profesional adalah saat melawan Brighton and Hove Albion sebelum kembali ke West Ham pada bulan Januari 1996.

Debut Lampard bersama West Ham United adalah pada tanggal 31 Januari 1996 saat bertanding melawan Coventry City FC, tetapi ia tidak dimasukkan ke dalam tim reguler pada musim itu. Setahun kemudian, ia mengalami cedera patah tulang kaki kanan dalam sebuah pertandingan melawan Aston Villa pada tanggal 15 Maret 1997 yang membuatnya harus beristirahat beberapa lama.

Gol pertama Lampard untuk West Ham United tercetak pada musim 1997-1998 pada pertandingan tandang melawan Barnsley. Musim 1998-1999 merupakan salah satu musim terbaik bagi Lampard. Ia dimasukkan ke dalam tim reguler West Ham dan bermain sepanjang musim hingga tim yang dibelanya berhasil meraih peringkat kesembilan kala itu.

Kemampuan Lampard sebagai seorang pemain sepak bola dapat disejajarkan dengan rekan setimnya kala itu, seperti Joe Cole, Michael Carrick, dan Rio Ferdinand. Akan tetapi, setelah Ferdinand yang notabene adalah teman baik Lampard dijual ke Leeds United pada musim 2000-2001, apalagi juga dibarengi dengan mundurnya ayah dan pamannya dari West Ham, maka Lampard pun akhirnya juga memutuskan untuk hengkang dari West Ham. Lampard memilih untuk tetap bertahan di London dengan bergabung bersama Chelsea, menolak tawaran yang diajukan oleh Aston Villa dan Leeds Unite

Chelsea

2001-2002, 2002-2003

Lampard bergabung dengan Chelsea pada tanggal 15 Mei 2001 dengan nilai kontrak sebesar £11 juta, salah satu kontrak pertama yang dibuat oleh Claudio Ranieri, manajer Chelsea kala itu. Penampilan Lampard di Stamford Bridge cenderung lambat, tetapi seringkali mengejutkan. Saat menjalani musim ketiganya bersama Chelsea, bersamaan dengan kedatangan Roman Abramovich, ia berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa.

Debut Lampard membela Chelsea adalah pada pertandingan pra-musim melawan Leyton Orient pada tanggal 26 Juli 2001 dan mencetak gol pertamanya pada pertandingan pra-musim lain melawan Northampton Town, yang berhasil dimenangkan oleh Chelsea dengan skor telak 7-1, pada tanggal 1 Agustus 2001. Debutnya dalam Liga Premiership adalah pada tanggal 19 Agustus 2001 saat Chelsea ditahan imbang Newcastle United 1-1. Pada musim pertamanya bergabung bersama Chelsea, ia hanya sekali tidak ikut bertanding dan berhasil mencetak tujuh gol di semua kompetisi.

Pada musim 2002-2003 bersama Chelsea, Lampard bermain penuh di semua pertandingan. Ia mencetak delapan gol di setiap kompetisi hingga Chelsea berhasil menduduki posisi keempat dalam Liga Premiership. Lampard pun akhirnya mempunyai kesempatan untuk bermain dalam Liga Champion UEFA untuk pertama kali dalam sejarah kariernya.

2003-2004

Lampard mengawali musim 2003-2004 dengan mengesankan, ia terpilih menjadi Pemain Barclays Bulan Ini pada bulan September 2003 dan Pemain Pilihan Penggemar PFA sebulan kemudian. Chelsea berhasil mencapai semifinal Liga Champion sebelum akhirnya dikalahkan oleh AS Monaco, di mana Lampard mencetak empat gol dalam empat belas pertandingan. Chelsea juga berhasil menduduki peringkat kedua pada Liga Premiership di bawah Arsenal musim itu, prestasi terbaik sejak 1955

2004-2005

Musim 2004-2005 merupakan musim tersukses dalam sejarah Chelsea, dan Lampard ikut andil di dalamnya. Ia bermain di seluruh pertandingan dalam Liga Premiership dan berhasil mencetak 13 gol (dari 19 gol yang berhasil dicetaknya selama musim itu). Ia bermain luar biasa sebagai seorang gelandang dengan membantu Chelsea meraih juara Liga Premiership kembali setelah puasa selama setengah abad dengan selisih 12 poin dari peringkat kedua. Adapun empat gol yang lain berhasil ia cetak dalam Liga Champion, sisanya ia cetak dalam Piala Liga. Ia mengakhiri musim itu dengan gemilang, yaitu dengan memenangkan penghargaan Pemain sepak bola FWA 2005.

2005-2006

Lampard bermain lebih baik dengan berhasil mencetak 16 gol dalam Liga Premiership musim 2005-2006, 2 gol dalam lima pertandingan Liga Champion, dan 2 yang lain dalam pertandingan perebutan piala domestik. Total ia berhasil mencetak 20 gol di musim itu. Prestasinya semakin lama semakin mengesankan, dan pada bulan Oktober 2005 setelah melakoni sebuah pertandingan dalam Liga Premiership melawan Blackburn Rovers di Stamford Bridge, manajer José Mourinho memberinya penghargaan sebagai “pemain terbaik di dunia”.

Pada bulan September 2005, Lampard terpilih menjadi anggota FIFPro World XI. Tim tersebut dipilih menurut jajak pendapat dari para pemain sepak bola profesional di 40 negara. Pada musim dingin 2005, ia terpilih sebagai pemenang kedua dalam dua penghargaan, keduanya di bawah Ronaldinho, masing-masing dalam ajang penghargaan Pemain sepak bola Eropa Tahun Ini dan dalam ajang penghargaan Pemain Dunia FIFA Tahun 2005.

2006-2007

Lampard telah mencetak 89 gol untuk Chelsea hingga 31 Maret 2007, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di klubnya dan termasuk dalam 10 besar secara keseluruhan. Ia juga menjadi gelandang yang paling produktif dalam mencetak gol sepanjang sejarah Chelsea setelah berhasil melampaui rekor yang pernah dibuat oleh Dennis Wise, yaitu 76 gol, pada tanggal 17 Desember 2006. Ia mencetak hat-trick pertamanya untuk Chelsea dalam tiga besar Piala FA melawan Macclesfield Town pada tanggal 6 Januari 2007.

Pada sebuah wawancara yang dilakukan setelah berhasil meraih Piala FA, Lampard mengatakan bahwa ia tidak akan ‘selamanya bertahan’ di Chelsea. Sejak saat itulah, ia mulai dirumorkan akan bergabung dengan Juventus, tempat pelatih lamanya, Claudio Ranieri. Ia juga dirumorkan telah dibeli oleh Real Madrid senilai 25 juta Poundsterling. Rumor-rumor tersebut semakin kuat saat agen Lampard menyatakan bahwa Lampard belum menandatangani nota perpanjangan kontrak dengan Chelsea.

2007-2008

Lampard berhasil mencetak empat gol dalam pertandingan-pertandingan awal Liga Premiership musim ini. Hal itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak untuk sementara dalam turnamen ini. Pengabdiannya pada Timnas Inggris ia wujudkan dengan mencetak gol pada pertandingan melawan Jerman di Stadion Wembley awal Agustus 2007.

Karier Internasional

Pada masa awal kariernya, Lampard telah diawasi oleh Peter Taylor, pelatih Timnas Inggris U-21 kala itu, dan pada akhirnya menunjuknya sebagai bagian dari tim. Debut U-21 Lampard adalah pada tanggal 13 November 1997, pada pertandingan melawan Yunani. Ia menjadi kapten Timnas Inggris U-21 pada Europe Champions U-21 tahun 2000. Penampilan terakhirnya membela timnas U-21 adalah pada bulan Juni 2000 pada sebuah pertandingan tandang melawan Slovakia. Lampard mencetak sembilan gol selama bergabung dengan tim U-21 yang hanya diungguli oleh Alan Shearer dan Francis Jeffers (keduanya mencetak 13 gol).

Penampilan pertama Lampard membela tim senior Inggris adalah pada tanggal 10 Oktober 1999 saat melawan Belgia di Sunderland dalam sebuah pertandingan persahabatan. Ia bermain selama 76 menit dalam pertandingan yang dimenangkan Inggris dengan skor 2-1 tersebut. Ia kemudian digantikan oleh rekan setimnya, Dennis Wise. Sayangnya, ia tidak terpilih dalam daftar skuad 23 pemain yang membela Inggris dalam ajang Euro 2000, tidak juga dalam babak final Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Lampard mencetak gol pertamanya untuk Timnas Inggris pada tanggal 20 Agustus 2003 dalam sebuah pertandingan persahabatan melawan Kroasia yang dimenangkan Inggris dengan skor 3-1.

Ia dimasukkan dalam skuad yang diterjunkan dalam Euro 2004 di Portugal. Inggris berhasil mencapai perempat final, juga berkat usaha yang dilakukan Lampard. Ia mencetak tiga gol dalam empat pertandingan. Dengan pensiunnya Paul Scholes dari dunia persepak bolaan internasional, Lampard akhirnya dimasukkan ke dalam skuad bentukan Sven-Göran Eriksson, mencetak lima gol saat membela Inggris dalam babak penyisihan Piala Dunia 2006, dan memakai kaus bernomor 8 yang sebelumnya dikenakan oleh Scholes.

Pada Piala Dunia 2006, permainan Lampard dianggap kurang memuaskan sehingga banyak menuai kritikan dari kalangan media Inggris. Ia menembakkan 24 tendangan ke gawang dalam turnamen itu, 10 diantaranya melenceng, dan tidak ada satu pun yang berhasil menjebol gawang. Pelatih Timnas Inggris, Sven-Göran Eriksson, membelanya dengan mengatakan,”Dia bekerja tanpa kenal lelah untuk kemenangan kita. Tendangannya lebih akurat dari pemain mana pun di kompetisi ini, tentunya itu luar biasa bagi kami. Saya tidak mau mengkritiknya, apa pun masalahnya.”

Lampard bermain penuh dalam lima pertandingan membela Inggris pada Piala Dunia 2006. Ia adalah salah satu dari tiga pemain Inggris selain Steven Gerrard dan Jamie Carragher (keduanya dari Liverpool FC), yang tendangan penalti mereka berhasil ditepis oleh kiper Portugal, Ricardo Pereira, saat adu penalti melawan Portugal dalam perempat final Piala Dunia tanggal 1 Juli 2006.

Penghargaan

Klub

Pribadi

  • Peringkat dua dalam Pemain Dunia FIFA Tahun 2005 (2005)
  • Pemain sepak bola FWA 2005 (2005)
  • Peringkat dua dalam Pemain sepak bola Eropa Tahun Ini (2005)
  • Tim FIFPro World XI (2005)

Penghargaan

Klub

Pribadi

  • Peringkat dua dalam Pemain Dunia FIFA Tahun 2005 (2005)
  • Pemain sepak bola FWA 2005 (2005)
  • Peringkat dua dalam Pemain sepak bola Eropa Tahun Ini (2005)
  • Tim FIFPro World XI (2005)

chesea ku

Posted: Oktober 14, 2010 in Uncategorized

Drogba Akan Mengancam Arsenal

Manajer Chelsea Carlo Ancelotti mengungkapkan, ia bakal menurunkan striker Dider Drogba ketika menghadapi derby London melawan Arsenal dalam lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan ini di Stamford Bridge.

Ancelotti kemungkinan besar akan menyimpan Gael Kakuta untuk memberikan ruang kepada Drogba. Di laga nanti, Ancelotti bakal menurunkan tiga striker sekaligus. Selain Drogba, Nicolas Anelka dan Florent Malouda masuk ke dalam tim.

“Tim ini akan mendapatkan warna lain ketika Didier dimainkan, karena kami bisa menggunakan tenaganya dan kemampuannya di kotak penalti lawan,” ujar Ancelotti dilansir Tribal Football.

“Ada perbedaan dalam pergerakan di barisan depan. Lebih baik bila ada Drogba. Tapi kami juga bisa bermain tanpa dia.”

TimNas Ku siap Tanding

Posted: Oktober 7, 2010 in Uncategorized

Suarez Siap Hadapi Timnas Senior

Striker Ajax itu menjadi andalan Uruguay setelah Forlan batal tampil.

Ujung tombak Uruguay Luis Suarez menegaskan sudah siap menghadapi timnas senior dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat [8/10] malam WIB.

Disela-sela kunjungan di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Jakarta, Suarez yang mendapat pengawalan ketat dari keamanan sempat menyampaikan pendapatnya mengenai pertandingan besok malam. Striker Ajax Amsterdam ini pun sudah mempersiapkan dirinya dengan baik.

“Saya siap bermain melawan Indonesia. Saya sudah mempersiapkan diri dalam latihan,” ujar Suarez kepada sebuah stasiun televisi.

Suarez kini menjadi andalan la Celeste di barisan depan, menyusul absennya Diego Forlan yang terlibat konflik dengan federasi sepakbola Uruguay [AUF]. Suarez kemungkinan besar diduetkan dengan Edinson Cavani yang tiba di Jakarta kemarin.

goal.com

Oleh Donny Afroni

7 Okt 2010 20:26:00

My Chelsea

Posted: Oktober 7, 2010 in Uncategorized

Essien: “Kemampuan Saya Meningkat Di Bawah Ancelotti”

Michael Essien menilai Carlo Ancelotti banyak memberi kontribusi atas peningkatan penampilannya.

Bergabungnya Carlo Ancelotti ke Chelsea menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi Michael Essien. Betapa tidak, kemampuan pemain asal Ghana itu menjadi meningkat drastis.

Essien sendiri yang menyatakan demikian. Gelandang Chelsea itu menilai sistem yang dijalankan Ancelotti di klub membuatnya bisa lebih baik dalam hal penampilan.

“Masalah passing saja contohnya. Saay ini saya merasa passing saya sudah jauh lebih baik,” katanya kepada Chelsea TV, Rabu (6/10).

“Yang ingin lebih saya perbaiki sekarang ini adalah kemampuan saya mencetak gol,” tandas Essien kemudian.

Essien juga menjelaskan banyak hal yang bisa diambil dari cara Ancelotti menangani tim karena yang bersangkutan banyak memberikan saran.

“Ketika Anda mendapatkan bola, Anda harus tenang dan Anda harus melihat ruang sebelum menerima bola. Saya berusaha melakukannya dan akhirnya kemampuan saya mengumpan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Berita Ter Update

Posted: Oktober 7, 2010 in Uncategorized

Pemilik Manchester City Terkaya Di Sepakbola

Pemilik Manchester City Sheikh Mansour menduduki posisi puncak dalam daftar pemilik klub terkaya di sepakbola Inggris.

Sheikh Mansour kembali menduduki daftar pemilik klub terkaya di sepakbola, versi majalah FourFourTwo.

Pria berusia 40 tahun yang memiliki Manchester City itu diperkirakan memiliki kekayaan yang nilainya tahun ini meningkat tiga miliar poundsterling, yang membuatnya mengungguli kekayaan pemilik QPR Lakhsmi Mittal yang nilainya mencapai 17 miliar pounds.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovic, nilai kekayaannya juga meningkat, namun dalam daftar pemilik klub terkaya itu posisinya turun di peringkat empat setelah disalip pemilik Arsenal Alisher Usmanov yang mengoleksi kekayaan mencapai delapan miliar pounds.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Roman Abramovic menguasai daftar ini, tapi sekarang ia mendapat tantangan di mana pun ia melihat,” kata editor FourFourTwo Hugh Sleight, Rabu (6/10).

“Ini bukan karena Roman Abramovic makin berkurang kekayaannya, tapi karena banyaknya miliarder yang datang ke Liga Primer. Ketika kami pertama kali mempublikasikan daftar ini di tahun 2003, hanya ada dua orang di sana, tapi sekarang sudah lebih dari 15,” tandasnya.

Untuk posisi lima hingga sepuluh diisi berturut-turut oleh pemilik Southampton keluarga Liebherr dengan kekayaan mencapai tiga miliar pounds, pemilik Totenham Joe Lewis dengan 2,7 miliar pounds, pemilik Celtic Denis O’Brien dengan 1,87 miliar pounds, Stanley Kroenke, pemili saham gabungan Arsenal dengan 1,85 miliar pounds, keluarga Glazer dengan Manchester Unitednya dengan 1,53 miliar pounds dan Bernie Ecclestone dengan 1,4 miliar pounds.

Posted: Oktober 7, 2010 in Uncategorized

bingung kiii…..